"Cinta itu ialah hakikat, tak seorang pun yang tak memiliki cinta. namun kenapa cinta tak berharga. disini, ditempat ini cinta telah dikorupsi hingga menghasilkan aborsi dan aku enggan tuk bercinta"
Custom Search
Jumat, 18 Juli 2008
Hamparan Emosi
Lalui kesal dihamparan emosi
Ada yang mencaci, ada juga yang menangisi
Ada yang sengaja meladeni dan ada yang sok mengebumi
Bercerita pada kertas pelangi
Terlihat suci, namun tak abadi
Sejenak saja, lalu pergi
By. Wong alit
Memang Gila
Aku lapar, mereka sepertinya juga
Ku lihat beras sudah tak ada
Uang pun juga sudah tak bersisa
Sementara negeri ini kaya
Hidup ku dan hidup mereka sudah di jatah
Setahun, tiga tahun atau lima tahun
Ah... sumua dari kami tak ada yang tahu
Kami di buat susah dan sengsara
Sawah kami tak mampu lagi bernyanyi
Sapi dan kerbau pun pergi mengasingi diri
Dalam kubangan, mereka tak mengerti
Hasil panen tak kembali hadirkan bahagia
Lihatlah, kami saling injak sesama
Hanya berebut jatah, memang gila
By. Wong alit
Minggu, 13 Juli 2008
Kasih Tak Berpelapon
Dalam gelap hidup ku
Ku cari makna kehadiran mu
Dalam terangnya hari-hari ku
Ku tinggalkan keberadaan mu
Ku tahu kau takkan mendendam
Kau takkan pergi begitu saja
Kau takkan menelantarkan jiwa ini
Sebab kau memang begitu
Kasih mu tak berpelapon
Ia akan terus mengguyuri nasib ku
Namun Ego ku yang terlalu
Kusadari namun belum kulakukan
By. Wong alit
Kamis, 03 Juli 2008
Karena Aku Bosen Dengan Cara Mu
Karena Aku Bosen Dengan Cara Mu
Dengan apa hendak ku berkata
Sementara aku kau bisukan
Dengan apa aku dapat bekerja
Sementara aku kau malaskan
Kau buai aku dalam mimpi tidur mu
Kau tinggalkan rasa perhatianmu pada kasur empuk ku
Aku tak tahu apakah kau tahu
Aku telah malu
Dunia ini ternyata lebih liar dari kamar tidur ku
Tak se-empuk kasur tidur ku
Kau mesti tahu itu
Karena aku bosen dengan cara mu
By. Wong alit
Langganan:
Postingan (Atom)
